Sabtu, 24 Januari 2015

Dandelion

Dandelion, aku seperti dejavu mendengar nama ini, rasanya aku pernah bertemu dengan benda yang bernama dandelion ini, walaupun tidak yakin bahwa tanaman ini ada di Indonesia atau tidak. Oke kita lupakan itu, jadi selama ini aku salah mengenai dandelion yang awalnya aku pikir itu adalah sebuah bunga, namun setelah mencari beberapa artikel di internet, dandelion yang aku maksud  adalah biji dari bunga dandelion yang menyerupai kapas dan mudah diterbangkan oleh angin, setelah terbang dan menghilang entah kemana maka akan segera tumbuh kelopak kelopak bunga berwarna kuning yang indah pada tangkai yang ditinggalkan.
Dari fenomena bunga dandelion tersebut aku mengambil sebuah filosofi awam yang tentunya versi aku pribadi bukan berdasarkan perspektif orang lain walaupun mungkin akan ada beberapa hal yang sama.
Aku mengibaratkan diriku adalah sesosok biji bunga dandelion, lemah, rapuh, terkesan mudah untuk pergi, menjauh dan menghilang, mencoba menjadi benih awal ditanah yang baru, meskipun pada akhirnya akan pergi lagi dan menghasilkan kelopak bunga yang indah, entah kapan proses itu akan berhenti, dimana  aku tumbuh ditempat yang tidak ada udara sama sekali dan tidak akan terbang kemana pun, setia terhadap tangkai tempatku berpijak meskipun tidak akan ada kelopak bunga yang indah, tapi hanya ada aku dan tangkai yang setia bersamaku dari hanya berupa biji, tumbuh menghasilkan helai helai lembut hingga nanti layu bersama dan kering bersama.
Itu hanyalah imajinasi liarku, dimana faktanya biji dandelion yang identik dengan sesuatu yang indah layaknya adegan di film romantis, disukai banyak orang namun hanya untuk ditiup dan melihatnya terbang atau sekedar melihatnya diterbangkan angin, setelah itu tangkai nya dibuang dan bijinya entah kemana, setidaknya mereka bisa tersenyum, dan sekali lagi yang dikatakan indah adalah kelopak bunganya bukan bijinya.

Aku lelah menjadi sosok biji dandelion, aku ingin berhenti disuatu tempat, mungkin disebuah tabung hampa udara, dan berhenti disana, aku janji tidak akan kemana-mana lagi, aku janji L